Tampilkan postingan dengan label Bola besar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola besar. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

PERATURAN PERMAINAN BOLA BASKET FIBA 2010

Penyempuranan permainan dalam cabang olahraga merupakan hal yang selalu akan terjadi seiring dengan terus berkembangnya olahraga tersebut. Biasanya yang dapat dilakukan untuk menyempurnakan suatu permainan olahraga adalah dengan menyempurnakan peraturan olahraga itu sendiri dengan peraturan yang baru. 

Berikut ini adalah peraturan terbaru permainan bola basket yang dirilis oleh FIBA sebagai induk organisasi bola basket dunia dan ditranslate oleh PERBASI kedalam versi bahasa Indonesia sehingga akan lebih memudahkan kita untuk memahaminya.

Silahkan download dengan cara klik link di bawah ini.
Semoga bermanfaat.


PERATURAN PERMAINAN BOLA VOLI TERBARU

OFFICIAL VOLLEY BALL RULES
Photobucket


CODE-CODE PERWASITAN DALAM BOLA VOLI

FIVB VOLLEYBALL SIGNAL
Photobucket


PERMAINAN BOLA BASKET

Definisi Permainan Bola Basket
Permainan bola basket merupakan permainan yang dimainkan secara beregu yang berjumlah tiap regu adalah 5 (lima) orang. Tujuan utama dari permianan bola baket adalah memasukan bola ke dalam keranjang (basket) sebanyak mungkin dan berusaha mempertahankan daerah pertahanan agar lawan tidak dapat memasukan bola.

Peraturan Dasar Permainan Bola Basket
Untuk membatasi dan menjadikan permainan bola basket menarik sesuai dengan tujuan dari bola basket itu sendiri dibuatlah beberapa peraturan-peraturan dalam bola basket, yaitu sebagai berikut :
1.   Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2.   Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju)
3.   Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4.   Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5.   Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
6.   Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
7.   Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
8.   Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9.    Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang 

Peraturan dalam Penggunaan Hitungan Waktu 
1. Peraturan 3 detik
Adalah peraturan dimana seorang pemain tidak boleh lebih lama dari tiga detik berada di daerah bersyarat lawan sewaktu teman regunya menguasai bola. Tiga detik akan berakhir apabila :
a.   Pemain tersebut keluar daerah bersyarat lawan, sebelum tiga detik.
b.   Bola dikuasai lawan
c.   Terjadi bola keluar (out ball)

2. Peraturan 5 detik
Adalah peraturan dimana seorang pemain tidak boleh lebih lama dari lima detik untuk menguasai tanpa ada usaha memainkan bola tersebut. Lima detik akan berakhir apabila:
a.  Direbut lawan
b.  Dipantul-pantulkan
c.   Dioper
d.  Ditembakan

3. Peraturan 8 detik
Adalah peraturan dimana satu regu tidak boleh lama dari 8 detik untuk memainkan bola di daerah pertahanannya. Delapan detik akan berakhir apabila :
a.      Bola dikuasai lawan
b.      Melalui garis tengah lapangan

4. Peraturan 20 detik
Adalah dimana seorang pemain tidak boleh lama dari 20 detik dalam menggantikan pemainnya.

5. Peraturan 24 detik
Adalah peraturan dimana satu regu tidak boleh lebih dari 24 detik menguasai bola ke keranjang lawan. Dua puluh empat detik akan berakhir  apabila :
a.  Bola dikuasai oleh lawan
b.  Terjadi kesalahan
c.   Bola ditembakan dan mengenai keranjang (ring basket)

6. Peraturan 1 menit
Adalah waktu yang diberikan kepada satu regu untuk melakukan time out

7. Peraturan 3 menit
Adalah waktu yang diberikan kepada satu regu untuk melakukan persiapan sebelum pertandingan dimulai.

8. Peraturan 5 menit
Adalah waktu tambahan apabila dalam pertandingan kedua tim memperoleh biji sama (tie score). Apabila setelah diberi tambahan waktu masih terjadi biji sama, maka pertandingan dilanjutkan dengan babak 1 x 5 menit lagi dan seterusnya sampai terjadi perbedaan biji.

9. Peraturan 10 menit
Waktu yang debirakan kepada kedua tim untuk melaksanakan pertandingan/ permainan tiap ¼ babak.

Perubahan Peraturan FIBA Terbaru

Penyempuranan permainan dalam cabang olahraga merupakan hal yang selalu akan terjadi seiring dengan terus berkembangnya olahraga tersebut. Biasanya yang dapat dilakukan untuk menyempurnakan suatu permainan olahraga adalah dengan menyempurnakan peraturan olahraga itu sendiri, hal yang sama telah dilakukan oleh FIBA sebagai induk organisasi bola basket dunia telah melakukan amandemen atau perubahan peraturan yang baru tertanggal 26 April 2008 dan mulai diberlakukan yakni tanggal 1 Oktober 2008.

Selain dengan tujuan penyempurnaan, perubahan peraturan ini pun dimaksudkan sebagai untuk mempersatukan peraturan pertandingan yang sudah ada sehingga di masa depan hanya akan ada satu peraturan untuk pertandingan bola basket di seluruh dunia.

Peraturan-peraturannya adalah sebagai berikut :

Artikel 4.3 Seragam
Ketentuan bahwa T-shirt boleh dikenakan di bawah segaram pemain menjadi tidak valid lagi.

Artikel 25.2.3 Pemain yang jatuh di lantai
Pemain yang jatuh dan meluncur di lantai sambil memegang bola merupakan tindakan yang legal.

Artikel 28.1.3 Bola berada di area frontcourt
Bola dianggap berada di area frontcourt, apabila ketika selama dribble dari backcourt ke frontcourt, kedua kaki dari pemain yang sedang men-dribble dan bola bersentuhan dengan frontcourt.

Artikel 31.1.2 Bola kembali ke area backcourt
Jika seorang pemain yang melompat dari frontcourt, untuk memperebutkan kendali permainan dari lawan ketika masih berada di udara, dan mendarat di area backcourt bukan merupakan pelanggaran.

Artikel 31 Goaltending dan Interferensi
Jika seorang pemain meraih dan menyentuh bola dari bawah ring basket merupakan tindakan interferensi (bukan pelanggaran yang sederhana) dan akan dikenai konsekuensi yang relevan.

Artikel 36.1.4 Pelanggaran Unsportmanlike
Jika pemain defensive melakukan kontak dengan seorang pemain offensive dari belakang atau samping dengan maksud untuk menghentikan fastbreak, sementara tidak ada pemain defensive lain di antara pemain offensive dan ring basket, maka tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran unsportmanlike.

Aritkel 38.3.1 Technical Foul
Technical foul dapat diberikan pada seorang pemain yang secara berlebihan mengayunkan siku lengan (meskipun tanpa kontak dengan pemain lawan).

Sedangkan, amandemen peraturan yang disebutkan di bawah ini akan berlaku untuk tingkat kompetisi sebagai berikut:
1. Kompetisi Tingkat Tinggi/Tingkat 1, (kompetisi resmi FIBA, misalnya turnamen olimpiade, kejuaraan dunia, kejuaran dunia U19 dan U17, dan kejuaraan antar zona atau kontinental) , berlaku mulai tanggal 1 Oktober 2010, setelah kejuaran dunia tahun 2010.
2. Kompetisi Tingat Menengah/Tingkat2, (misalnya semua kompetisi resmi FIBA dan kompetisi tingkat tinggi pada federasi nasional), berlaku mulai tanggal 1 Oktober 2012, setelah Olimpiade London 2012.


 Gambar 1 Perubahan garis free-throw

Artikel 2.2.3 Garis Free-Throw
Area three-second berbentuk persegi panjang (bukan lagi trapesium) seperti Gambar 1 di atas.

Artikel 2.2.4 Area Three-Point
Jarak garis three-point menjadi 6,75 meter (bukan 6,25 meter seperti yang ada sekarang).

Artikel 2.2.5 Sideline Throw-In
Dua garis kecil akan ditambahkan di luar lapangan, di sisi yang berlawanan dari area meja ofisial dan bangku cadangan, dengan jarak 8,325 meter dari baseline, dengan kata lain, sejajar dengan puncak garis three-point. Pada dua menit terakhir dari pertandingan dan periode perpanjangan waktu, time-out yang diberikan pada tim yang sedang menguasai bola di area backcourt, throw-in selanjutnya akan dilakukan pada sisi yang berlawanan dari meja ofisial dari garis sideline throw-in dan bukan dari garis halfcourt seperti sekarang.

Aritkel 2.2.7 Setengah Lingakaran No-Charge
Ditambahkan tanda setengah lingkaran no-charge di bawa ring basket. Jaraknya dari titik tengah ring basket (pada lantai) adalah 1,25 meter. Offensive foul tidak diberikan jika terjadi kontak oleh pemain offensive terhadap pemain defensive yang berdiri di area setengah lingakaran no-charge.

Artikel 29 Dua Puluh Empat Detik 
Jika throw-in dilakukan di area backcourt peralatan 24 detik dikembalikan ke 24 detik. Jika throw-in dilakukan di area frontcourt, peralatan 24 detik akan diperlakukan sebagai berikut. 

1. Jika peralatan 24 detik menunjukkan angka 14 atau lebih ketika pertandingan dihentikan, maka angka yang tertera pada peralatan 24 detik tidak perlu dikembalikan.

2. Jika peralatan 24 detik menunjukkan angka 13 atau kurang ketika pertandingan dihentikan, maka angka yang tertera pada peralatan 24 detik diatur supaya menunjukkan angka 14 detik.


Gambar 2 Diagram lapangan basket

Teknik Dasar Bola Basket
a.  Stance
b.  Pivot
c.  Ball Handling
d. Memegang bola
e.  Menagkap bola
f.  Passing
g.  Shooting
h. Lay up shoot
i.  Dribbling 

http://id.wikipedia.org/wiki/Bola_basket
http://sebelasballers.wordpress.com/2009/01/17/perubahan-peraturan-fiba/

Senin, 21 Februari 2011

KOMPONEN-KOMPONEN FISIK DALAM OLAHRAGA BOLA VOLI

Olahraga merupakan kegiatan yang mengorganisasikan suatu gerakan tertentu yang terencana, seperti yang diungkapkan Rusli Lutan dkk (1991 : 57) mengenai pengertian olahraga. Olahraga ialah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu. Berdasarkan pengertian di atas maka kegiatan olahraga memerlukan suatu persiapan fisik yang baik, apa lagi kalau olahraga tersebut mengarah pada olahraga prestasi.
Atlet harus berusaha keras untuk mencapai prestasi yang tinggi, dan untuk mencapai prestasi diperlukan persiapan yang relatif lama. Persiapan tersebut salah satunya menyangkut persiapan kondisi fisik. Atlet harus dibina dan ditingkatkan kondisi fisiknya sebelum mengikuti pertandingan yang sesungguhnya, sehingga atlet tersebut siap menghadapi tekanan-tekanan yang  timbul dalam pertandingan baik berupa tekanan mental maupun tekanan fisik. Penjelasan senada diungkapkan Harsono (1988 : 153) Jadi, sebelum diterjunkan ke dalam gelanggang pertandingan, seorang atlet harus sudah berada dalam suatu kondisi fisik dan tingkatan fitnes yang baik untuk menghadapi intesitas kerja dan segala macam stress yang bakal dihadapinya dalam petandingan.
Olahraga bola voli merupakan olahraga yang mengerahkan kemampuan fisik yang tinggi dikarenakan gerakan-gerakannya sangat kompleks, sehingga  menuntut kerja dari berbagai sistem yang terkait dengan fisik akan lebih berat.
Komponen-komponen kondisi fisik yang perlu dipersiapkan seorang atlet bola voli adalah sebagai berikut :
1.      Daya tahan (endurance)
Daya tahan ini diperlukan untuk memberikan kemampuan dalam melakukan aktivitas yang relatif lama tanpa merasa lelah yang berlebihan baik itu dalam kinerja otot (daya tahan lokal) maupun kinerja jantung (daya tahan umum). Seperti yang diungkapkan Harsono (1988 : 155) mengenai pengertian daya tahan adalah Kemampuan untuk bekerja (atau berlatih) dalam waktu yang lama. Pada olahraga bola voli daya tahan ini diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh secara fisik (sistem faaliah) agar mampu melaksanakan permainan bola voli dalam waktu yang lama, apalagi permainan olahraga bola voli ini tidak dibatasi oleh waktu.
2.       Kekuatan (strenght)
Kekuatan ini komponen fisik yang sangat diperlukan untuk kita bekerja (beraktivitas) ataupun berolahraga baik itu dalam waktu yang lama atau dalam waktu yang singkat, dan juga dengan kekutan otot ini kita dapat melakukan serangkaian gerakan dalam menghadapi beban yang sedikit maupun yang berat, dengan kata lain kekuatan otot menurut Imam Hidayat (1996 : 62) adalah kemampuan otot untuk melawan beban (load) atau tahanan (resistance). Semakin otot kita kuat maka semakin ringan juga dalam mengatasi tahanan atau beban yang dihadapi. Pada olahraga bola voli kekuatan otot ini diperlukan untuk mengatasi beban yang terdapat pada saat bermain olahraga bola voli, dan aplikasinya lebih kepada daya dukung untuk kondisi fisik power.
3.       Kelentukan (fleksibilitas)
Kita dapat melihat dan membedakan antara orang yang lentur dan yang tidak lentur. Orang yang tidak memiliki kelenturan dia akan cenderung akan sedikit sulit dalam melakukan gerakan apalagi dengan gerakan yang kompleks dan dia akan terlihat kaku. Sebaliknya orang memiliki kelenturan dia akan lebih mudah dalam melakukan gerakan dan lebih efesien.
 Kelentukan sendiri dapat diartikan  sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan yang seluas-luasnya dalam ruang gerak sendi, dia juga memiliki otot-otot yang elastis. Harsono (1988 : 163) mengemukakan batasan dari fleksibilitas bahwa : …orang yang fleksibel adalah orang yang mempunyai ruang gerak yamg luas dalam sendi-sendinya dan mempunyai otot-otot yang elastis. Pentingnya kelentukan itu sendiri untuk mencegah dari cederanya otot-otot dan pada bagian persendian. Dalam olahraga bola voli kelentukan sangat diperlukan untuk memberikan kemudahan dalam melakukan gerakan, karena pergerakan dalam bola voli ini begitu kompleks sehingga diperlukan kemampuan otot-otot dan persendian yang fleksibel yang nantinya gerakan tersebut bisa dilakukan lebih efesien. Dan sebagai daya dukung untuk kondisi fisik kecepatan dan kelincahan.
4.       Kecepatan (speed)
Seorang atlet pelari sprint dituntut harus dapat berlari mendahului lawan-lawanya pada pertandingan berlangsung, saat itu juga sang atlet harus  mengerahkan kecepatannya untuk mencapai finish dan menjadi sang juara. Maka sangat mutlak seorang pelari harus memiliki kecepatan dalam berlari.
Atlet-atlet pada cabang olahraga lainnyapun dituntut untuk memiliki kecepatan dalam melakukan setiap gerakannya, karena pada dasarnya setiap gerakan dalam olahraga terutama dalam olahraga permainan diperlukan suatu gerakan  yang   cepat.  Gerakan yang cepat ini nantinya dapat mendukung terhadap reaksi-reaksi yang dipengaruhi oleh rangsangan-rangsangan dari luar pada  objek-objek yang ada dalam pertandingan, misalnya dalam bola voli seorang spiker yang diberi umpan oleh  tosser harus sesegera mungkin menyambut bola yang diumpan kearahnya untuk menghasilkan pukulan yang baik dan keras sehingga menembus pertahanan lawan, seperti yang diungkapkan Harsono (1988 : 216) bahwa : “Kecepatan anggota tubuh seperti lengan atau tungkai adalah penting pula guna memberikan akselarasi kepada obyek-obyek eksternal seperti bola sepak, bola softball, raket tenis, cakram, bola voli, dan sebagainya”. Pada olahraga bola voli kecepatan ini diperlukan untuk melakukan gerakan-gerakan yang memerlukan kecepatan, misalnya kecepatan dalam reaksi, dan aplikasinya lebih kepada daya dukung untuk kondisi fisik power.
5.       Daya ledak otot (power)
Kemampuan daya ledak otot atau yang sering kita sebut power, ini sangat dipengaruhi oleh dua unsur komponen fisik lainnya yaitu kekutan otot dan kecepatan. Kedua komponen fisik ini tidak dapat dipisahkan karena pada prinsip kerjanya kedua komponen fisik ini bekerja bersamaan untuk menghasilkan kemampuan daya ledak otot (power), dan dasar dari pembentukan power ini adalah kekuatan, maka sebelum melatih kondisi fisik power haruslah terlebih dahulu dilatih kekuatan. Harsono (1988 : 200) menjelaskan bahwa : “Strenght tetap merupakan dasar (basis) untuk menentukan power. Oleh karena itu, sebelum latihan untuk power, orang harus sudah memiliki suatu tingkatan kekuatan otot yang baik”.
Pengertian power itu sendiri Harsono (1988 : 200) menjelaskan : “Power adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekutan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Pada olahraga bola voli power ini diperlukan untuk melakukan gerakan-gerakan yang kuat dan cepat seperti gerakan meloncat pada saat melakukan spike, dan block.
6.       Kelincahan (agility)
Orang sering kali bilang, orang yang dapat bergerak kesana kemari dengan cepat adalah dia orang yang lincah. Dalam olahraga, misalnya dalam sepak bola, seorang pemain sepak bola yang tidak lincah akan sulit mendapatkan bola, dan bila telah mendapatkan bola akan cepat kehilangan bola, karena pergerkannya mudah dibaca dan mudah dimentahkan, karena dia tidak memiliki kelincahan, jadi penting juga seorang atlet memiliki kelincahan.
Kelincahan itu sendiri dapat diartikan kemampuan seseorang untuk melakukan perubahan arah dengan cepat dan tanpa kehilangan keseimbangan. Harsono (1988 : 172) mengungkapkan bahwa : “Orang yang mempunyai kemampuan untuk mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak, tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya”. Pada olahraga bola voli kelincahan diperlukan untuk melakukan gerakan-gerakan yang memungkin untuk merubah arah gerakan, misalnya dalam bertahan mencoba untuk mengantisipasi serangan dari lawan, sehingga atlet perlu mengejar bola tersebut dengan melakukan perubahan arah. Ataupun dalam variasi serangan individu seperti serangan dengan langkah bentuk L atau serangan dengan langkah melingkar yang menuntut pemain untuk dapat melakukan gerakan dengan merubah arah gerakan.
7.       Stamina
Stamina adalah derajat yang lebih tinggi dari daya tahan (endurance). Otomatis kemampuan aerobiknya lebih tinggi dari pada kemampuan aerobik pada daya tahan bahkan dirubah menjadi kemampuan anaerobik.
Melihat pernyataan di atas bahwa kemampuan daya tahan itu dapat ditingkatakan menjadi lebih tinggi. Kemampuan daya tahan yang lebih tinggi ini dapat dilatih dengan meningkatkan dari kemampuan kerja aerobik menjadi kerja anaerobik dengan cara  misalnya dari mulai intensitasnya dipertinggi, waktu tempuhnya dipercepat, jarak tempuhnya diperpanjang, dan intervalnya dipersingkat serta tidak lupa juga meningkatkan kekuatan otot-otot yang mendukung kerja tersebut.


TAHAPAN ATAU FASE DALAM MELAKUKAN TEKNIK SMASH PADA OLAHRAGA BOLA VOLI












Salah satu teknik yang paling penting dalam permainan olahraga bola voli adalah teknik smash/spike. Untuk melakukan teknik smash diperlukan tahapan-tahapan gerak yang baik, yaitu sebagai berikut : 


1. Tahapan menghampiri bola (run of) 


 













 



2. Tahapan menolak (take of) 


3. Tahapan Memukul Bola (hit)




































4. Tahapan Mendarat (landing)  


5. Tahapan Gerak Lanjutan (follow through)

BOLA VOLI (VOLLEY BALL)

1. TUJUAN PERMAINAN BOLA VOLI

Bola voli merupakan suatu cabang olahraga yang dalam permainannya bertujuan untuk menyebrangkan bola di atas net dengan cara divoli untuk memasukan bola kedaerah pertahanan lawan agar tidak mampu dikembalikan oleh lawan. Untuk memainkannya diperlukan teknik-teknik tertentu yang sudah diatur sedemikian rupa agar mendukung ketercapaian terhadap tujuan bola voli itu sendiri.

2. KARAKTERISTIK PERMAINAN BOLA VOLI

Bola voli merupakan cabang olahraga yang dimainkan secara beregu dengan jumlah pemain sebanyak enam orang. Permainan ini pada dasarnya memainkan bola di atas udara tanpa harus menyentuh lantai terelebih dahulu (voli) dengan sentuhan dari anggota badan sebanyak tiga kali sentuhan. Permainan ini dilakukan pada sebidang lapangan yang berbentuk persegi panjang dengan bagian tengahnya dibatasi oleh sebuah net yang mebentang dari sisi luar lapangan.

3. TEKNIK-TEKNIK DASAR DALAM PERMAINAN BOLA VOLI

* Teknik servis
* Teknik passing
* Teknik smash/ spaike
* Teknik block
Widget By: Forantum