Tampilkan postingan dengan label Atletik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Atletik. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Februari 2011

LARI JARAK PENDEK (SPRINT)

Sesuai dengan namanya lari sprint (lari cepat) merupakan lari yang mengandalkan kinerja otot khususnya otot tungkai yang sangat cepat (pull speed), sehingga diharapkan dengan kemampuan atau kinerja otot yang cepat ini pelari (sprinter) dapat mencapai garis finish dengan secepat mungkin tanpa harus mengatur ritme langkah, kecepatan lari ataupun pernapasan. Berbeda dengan lari-lari yang lain misalnya lari jarak jauh yang harus mengatur ritme langkah kecepatan lari dan pernapasan untuk sampai ke garis finish. Jarak tempuh untuk lari sprint pun relatif pendek yakni jarak 50 m, 60 m, 100 m, 200 m dan 400 m sehingga memungkin pernapasan pun bekerja secara an-aerobic. Melihat seperti itu kita membayangkan bahwa lari sprint ini mudah dilakukan, namun pada kenyataannya cukup sulit apalagi bagi pemula ketika dihadapkan pada suatu teknik-tekniknya. Di ibawah ini adalah sedikit penjalasannya :  


TEKNIK LARI SPRINT (LARI CEPAT) 


Secara garis besar ada tiga teknik/ tahapan dalam melakukan lari sprint yakni teknik start, teknik berlari dan teknik memasuki garis finish. 


Teknik start . Pada lari sprint teknik start yang digunakan adalah start jongkok, tahapannya : Pelari bersiap diri dengan memposisikan badannya pada papan tumpuan atau papan start dengan posisi jongkok, kedua lengan lurus pada posisi vertical dengan kedua tangan diletakkan pada tanah lintasan sejajar dengan garis start.


Lihat gambar 1.1 


Setelah mendengar aba-aba "siap" pelari mengangkat panggulnya sedikit ke atas sehingga posisi panggul lebih tinggi dari bahu dan kepala.



Lihat gambar 1.2 


Selanjutnya pada aba-aba "ya" atau dengan letusan bunyi "pistol" pelari langsung menolak/bergerak kedepan dengan eksplosif dan secepat mungkin berlari sampai garis finish. 


Lihat gambar 1.3.

Teknik berlari. Hal utama yang perlu diperhatikan melaksanakan teknik berlari ini adalah kordinasi antara ayunan lengan dengan gerakan tungkai. Pada saat melaksanakan teknik berlari ini kedua lengan digerakan (diayunkan) pada posisi ideal berlari yakni untuk lengan terdepan diayunkan sampai kepalan tangan sejajar sedikit di bawah dagu dengan siku ditekuk sekitar 90º. Kepalan tangan disini harus mengepal dengan rileks, kemudian untuk lengan yang dibelakang diayun ke belakang dengan siku ditekuk sekitar 90º. Selanjutnya untuk gerakan tungkai pada saat tungkai yang terdepan diauyunkan dan diangkat sampai paha.


Teknik memasuki garis finish. pada saat memasuki garis finish posisi badan sedikit ditegakan dengan dada dibusungkan.



Sumber pustaka : 
Winendra Adi, dkk " Seri Olahraga Atletik" (Yogyakarta : Pustaka Insan Madani )

AWAL PERKEMBANGAN ATLETIK DI INDONESIA

Di Indonesia atletik mulai dikenal sejak pemerintahan Hindia-Belanda pada tahun 1930, itu pun tidak semua penduduk pribumi mengenalnya. Saat itu atletik hanya diperkenalkan sebatas pada lingkungan akademik seperti sekolah-sekolah sebagai mata pelajaran sehingga hanya para pelajarlah yang mengenal atletik ini, dan penduduk pribumi diluar itu sama sekali tidak mengenalnya. Namun dengan seiring berjalannya waktu dan makin banyaknya pelajar-pelajar yang sekolah di sekolah Belanda maka makin menyebarlah informasi tentang olahraga atletik dikalangan masyarakat pribumi biasa, sehingga banyak pula masyarakat Indonesia yang mengemari olahraga atletik ini.

Melihat perkembangan yang cukup pesat maka pemerintahan Belanda membentuk sebuah organisasi yang mengurusi tentang pertandingan-pertandingan atletik dengan nama Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU). Sejak itu juga perkembangan atletik semakain meluas kebeberapa daerah/ wilayah di Indonesia diantaranya adalah di wilayah Jawa dengan ditandai berdirinya organisasi atletik lokal yang diberi nama ISSV Hellas dan IAC di Jakarta, PAS di Surabaya, dan ABA di Surakarta. Selain di pulau Jawa atletik pun berkembang ke luar pulau Jawa seperti Sumatera tepatnya di Medan organisasinya bernama Sumatera Athletiek Bond (SAB).

Selama perkembangannya itu tercatat pula ada beberapa atlet yang lahir pada masa itu seperti : Effendi Saleh, Tomasoa, Mochtar Saleh, M. Murbambang, Harun Al Rasyid, Mohd. Abdulah dan F.G.E. Rorimpandey.


Sumber Pustaka :
Winendra Adi, dkk. "Seri Olahraga Atletik". (Yogyakarta : Pustaka Insan Madani)

SEJARAH ATLETIK

Para siswa dari tingkatan SD, SMP, dan SMA pastinya sudah mengenal olahraga atletik dari para guru mengajarnya, namun terkadang mereka lupa akan sejarah dari olahraga atletik ini. Di bawah ini sedikit penjelasan tentang sejarah atletik mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menjadi referensi dalam mempelajari olahraga atletik

Atletik merupakan olahraga yang bisa dikatakan sebagai olahraga yang tertua dari seluruh cabang olahraga yang ada karena kerbedaannya yang sudah sangat lama bahkan ada sejak zaman sebelum masehi atau zaman prasejarah. Sebelum manusia mengenal atletik sebernanya manusia itu sendiri telah sering melakukan kegiatan-kegiatan yang termasuk pada atletik misalnya pada saat berburu pada jaman prasejarah manusia berlari untuk mengejar hewan buruannya atau bahkan melemparkan batu atau tombak dan senjata sejenis lainnya, selain itu juga mereka berjalan dan melompat. Semua gerakan tersebut merupakan gerakan dasar yang terdapat pada manusia sekaligus menjadi gerak dasar atletik. Gerakan dasar adalah gerakan atau tindakan atau juga tingkah laku yang dibawa sejak lahir yang berkembang dengan sendirinya tanpa harus dilatih seperti : jalan, lari, melompat/meloncat dan melempar. Dengan kata lain bahwa seorang manusia sejak dia dilahirkan telah dianugerahi bakat atletik kecuali orang tersebut mengalami kecacatan sehingga dia tidak bisa jalan, lari, atau melompat dan melempar karena terganggu kaki dan tangnnya.

 
ATLETIK ZAMAN YUNANI KUNO

Berbicara tentang sejarah atletik tidak terlepas dengan perkembangan budaya pada masyarakat Yunani kuno, karena dari sinilah atletik mulai dikenal oleh manusia (masyarakat). Pada saat itu masyarakat Yunani menjadikan atletik sebagai suatu kebudayaan yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyakaratnya, karena merupakan bagian dari tata cara beribadah mereka kepada para dewa-dewa salah satunya adalah dewa Zeus (raja dari para dewa-dewa).

Seiring dengan perkembangannya atletik pun telah menjadi bagian dari olahraga bangsa Yunani kuno, terbukti pada tahun 776 SM telah dilaksanakan perlombaan atletik atau yang disebut athlon (pertandingan) pada sebuah kejuaraan olimpiade kuno, sekaligus ini menjadi penyelenggaraan olimpiade pertama sepanjang sejarah pelaksanaan olimpiade walaupun memang tujuanya masih sama adalah sebagai pemujaan terhadap Dewa Zeus di pegunungan Olympia, karena itu sampi sekarang diberi nama olimpiade karena pertama kali dilaksanakannya yaitu disebuah gunung yang bernama Olympia atau Olympus. Olahraga yang diperlombakan hanyalah atletik berupa lari menglilingi lapangan, itu pun yang ikut berlomba hanya dari kalangan warga negara terhormat keturunan Yunani. Tercatat pemenang perlombaan lari saat itu adalah yang bernama Coroebus.

Semenjak itu olimpiade semakain berkembang dan semakin kompleks walaupun urutan acaranya tidak pasti karena belum memiliki aturan yang baku, dan banyak olahraga yang mulai dipertandingkan. Selain olahraga lari ada beberapa olahraga yang diperlombakan misalanya lempar, loncat, pacuan kuda, pacuan kereta bahkan gulat dan tinju pun dipertandingkan.

Untuk para pemenang biasanya diberikan hadiah berupa mahkota yang terbuat dari tangkai bunga jaitun.


Sumber pustaka : 
Winendra Adi, dkk. "Seri Olahraga Atletik" (Yogyakarta : Pustaka Insan Madani)


MENGENAL OLAHRAGA ATLETIK

Atletik merupakan suatu cabang olahraga yang bisa dikatan sebagai olahraga yang tertua dalam peradaban kehidupan manusia sekaligus disebut sebagai ibu dari semua cabang olahraga karena dalam atletik terdapat gerakan yang mendasari/ melandasi gerakan-gerakan yang terdapat pada cabang olahraga lainnya.

Berdasarkan tempat pelaksanaan atletik terdiri dari dua bagian yaitu, pelaksanan di lintasan (treck) dan pelaksanaan di lapangan (field).


Dalam atletik terdapat beberapa nomor yang dipertandingkan yaitu, nomor lari, nomor lompat dan nomor lempar.


1. Nomor Lari


Pada nomor ini terdapat beberapa perlombaan yaitu :

a. Lari jarak pendek, yang terdiri dari lari dengan jarak 100 m, 200 m, 400 m
b. Lari jarak menengah, yang terdiri dari lari jarak 800 m, 1.500 m dan 3.000 m
c. Lari jarak jauh, yang terdiri dari lari jarak 5 km, 10 km dan 42, 195 km (maraton)
d. Lari gawang, yang terdiri dari lari dengan jarak 100 m dan 400 m
e. Lari estafet, yang terdiri dari lari dengan jarak 4 X 100 m 4 X 400 m

2. Nomor Lompat


Pada nomor ini terdapat beberapa perlombaan yaitu :

a. Lompat tinggi
b. Lompat galah
c. Lompat jauh
d. Lompat jangkit

3. Nomor Lempar


Pada nomor ini terdapat beberapa perlombaan yaitu :

a. Tolak peluru
b. Lempar martil
c. Lempar lembing
d. Lempar cakram

Selain perlombaaan-perlombaan yang telah disebutkan di atas ada beberapa pelombaan lain yang sering juga diperlombaakan, yaitu perlombaan campuran dan pelombaan khusus.


4. Perlombaan Campuran


Terdiri dari beberapa perlombaan yaitu :

a. Pancalomba
b. Saptalomba
c. Dasalomba

5. Perlombaan Khusus


Terdiri dari beberapa pelombaan :

a. Jalan cepat
b. Lari halang rintang
c. Lari lintas alam
d. Atletik kursi roda

 

Sumber pustaka :

Adi,Winendra dkk. Seri Olahraga Atletik. (Yogyakarta : Pustaka Insan Madani)
Widget By: Forantum